BISNIS EKONOMI 

Paparan Public Expose PT Metro Realty Tbk Tahun 2022, peningkatan pendapatan belum optimal

REPORTASE  BHAYANGKARA

JAKARTA — PT Metro Realty Tbk menyelenggarakan Public Expose pada hari Selasa 20 Desember 2022 jam 10.00 WIB s/d selesai di Ruang Rapat Gedung Metro Pasar Baru Lt. 10 Jalan KH. Samanhudi, Sawah Besar Jakarta Pusat 10710.

Dalam Public Expose tahun 2022, penelaahan kinerja keuangan Perseroan menggunakan Laporan Keuangan Triwulan III tahun 2022 sebagai acuan.
Pendapatan usaha perseroan sampai dengan bulan September 2022 adalah sebesar Rp. 16.187.923.379,00 (enambelas miliar seratus delapanpuluh tujuh juta sembilanratus duapuluh tiga ribu tigaratus tujuhpuluh sembilan rupiah).

Dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama, pendapatan usaha yang berhasil dicapai perseroan adalah sebesar Rp 15.754.424.840,00 (limabelas miliar tujuhratus sembilanpuluh empat juta empatratus duapuluh empat ribu delapanratus empatpuluh rupiah).

Pendapatan usaha untuk tahun 2022 naik sebesar Rp. 393.498.539,00 (tigaratus sembilanpuluh tiga juta empatratus sembilanpuluh delapanribu limaratus tigapuluh sembilan rupiah) atau mengalami peningkatan sebesar 2,49% (dua koma empat Sembilan persen) dibandingkan pendapatan usaha pada September 2022. Peningkatan pendapatan usaha ini terjadi dikarenakan adanya penambahan pendapatan sewa.

Laba bruto perusahaan untuk periode sampai dengan September 2022 adalah sebesar Ro. 1.361.414.914,00 (satu miliar tigaratus enampuluh satu juta empatratus empatbelas ribu sembilanratus empatbelas rupiah) dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu September 2021 yang adalah sebesar Rp. 846.250.215,00 (selapanratus empatpuluh enam juta duaratus limapuluh ribu duaratus limabelas rupiah), sehingga terjadi peningkatan laba btuto sebesar Rp. 515.164.699,00 (limaratus limabelasjuta seratus enampuluh empat ribu enamratus sembilanpuluh sembilan rupiah) atau sebesar 60,88% (enampuluh koma delapan delapan persen). Peningkatan laba bruto ini dikarenakan adanya peningkatan pendapatan sewa.

Sampai dengan September 2022, peraeroan masih mengalami rugi usaha sebesar Rp. 5.878.614.159,00 (lima miliar delapanratus tujuhpuluh delapan juta enamratus empatbelasribu seratus limapuluh Sembilan rupiah).

Dibandingkan September 2021, dimaan rugi usaha perseroan sebesar Rp. 4.863.539.430,00 (empat miliar delapanratus enampuluh tiga juta limaratus tigapuluh sembilan ribu empatratus tigapuluh rupiah), maka terjadi kenaikan rugi usaha di tahun 2022 sebesar Rp. 4.863.539.430,00 (empat miliar delapanratus enampuluh tiga juta limaratus tigapuluh sembilan ribu empatratus tigapuluh rupiah), maka terjadi kenaikan rugi usaha di tahun 2022 sebesae 20,87% (duapuluh koma delapan tujuh persen) yaitu sebesar Rp. 1.015.074.729,00 (satu milyar limabelas juta tujuhpuluh empatribu tujuhratus duapuluh sembilan rupah).

Kerugian usaha terutama dikarenakan peningkatan biaya operasional yang masih cukup tinggi terutama biaya karyawan dan biaya pajak, serta peningkatan pendapatan yang belum optimal.

(Ellyana Ully).

Related posts

Leave a Comment