BISNIS EKONOMI 

PT Indofarma Tbk Rups Luar Biasa, Laba Bruto Tahun 2021 Meningkat 12,74% dari Rp400,60 Miliar di Tahun 2020 Jadi Rp451,65 Miliar

Reportasebhayangkara.com

JAKARTA — Public Expose Tahunan PT Indofarma Tbk (“Perseroan”) Tahun Buku 2021 diselenggarakan dalam
rangka memenuhi Peraturan Bursa Efek Indonesia, Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi, butir V tentang Public Expose. Public Expose diselenggarakan pada Selasa, 31 Mei 2021,
di Hotel Borobudur Jakarta, Jl. Lap. Banteng Selatan No.1, Jakarta.

Pada Tahun 2021, Perseroan konsisten meneruskan kebijakan Turn Around Management menjadi
High-Performance Enterprises sehingga diharapkan dapat memperkuat performa Perseroan.

Secara garis besar, terdapat 4 (empat) fokus utama, yaitu Sales portfolio Strategy dimana Perseroan fokus
pada penjualan produk pareto dan channel pareto dan pengembangan portofolio produk potensial,
penguatan fungsi Supply Chain Management, penguatan fungsi Cash Flow Management yang
tentunya diperkuat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (Human Capital
Development), penyelarasan proses bisnis (Business Process Alignment) serta disiplin pada eksekusi
(Discipline on execution).

Secara konsolidasian, Perseroan berhasil mencatatkan Penjualan Bersih sebesar Rp2,90 trilyun,
meningkat sebesar Rp1,19 trilyun atau 69,15% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp1,72 trilyun.
Peningkatan Penjualan Bersih tersebut terutama masih didominasi dari penjualan produk covid-related
baik untuk segmen Alat Kesehatan, Obat-obatan dan pengadaan serta distribusi penugasan vaksin
Covid-19, Covovax.

Neraca Keuangan Konsolidasian Perseroan tahun 2021 mencatatkan pertumbuhan jumlah aset baik
aset lancar dan tidak lancar sebesar 17,42% dibandingkan tahun 2020, dengan nilai sebesar Rp2,01
triliun dibandingkan Rp1,71 triliun ditahun 2020. Jumlah ekuitas juga mencatatkan sebesar Rp508,31
miliar, mengalami

kenaikan sebesar 18,12% dibandingkan tahun 2020 dengan nilai sebesar Rp430,33
miliar.

Dari sisi pengendalian biaya, walaupun Beban Pokok Penjualan Perseroan mengalami kenaikan
86,34% sejalan dengan peningkatan penjualan dibandingkan tahun 2020, laba bruto tahun 2021
meningkat sebesar 12,74% dari Rp400,60 miliar di tahun 2020 menjadi Rp451,65 miliar.
Secara operasional, Perseroan telah berhasil meningkatkan kinerja sehingga mampu mendapatkan
EBITDA Rp184,56 miliar di tahun 2021 dibandingkan EBITDA tahun 2020 sebesar Rp164,40 miliar
atau tumbuh sebesar 12,26%.
Dengan adanya penerapan kebijakan akuntansi PSAK 71 di tahun 2020, Perseroan membukukan
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan beban pajak kini yang berdampak terhadap
tergerusnya Laba Bersih Perseroan sehingga Perseroan membukukan Rugi Bersih sebesar Rp37,57
miliar.

Hal tersebut dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan bagian dari
tindakan prudent Perseroan.
Sepanjang tahun 2021, Perseroan telah berupaya untuk menangkap peluang bisnis demi mencapai
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Strategi penguatan kinerja yang akan dilakukan Perseroan
berfokus pada High-Performance Enterprises, Sales Portofolio Strategy, Product Portofolio
Strategy, Supply Chain Management, Cash Flow Management, Human Capital Development,
Business Process Alignment, dan Discipline of Execution.

Dengan strategi tersebut, Perseroann dilakukan Perseroan
berfokus pada High-Performance Enterprises, Sales Portofolio Strategy, Product Portofolio
Strategy, Supply Chain Management, Cash Flow Management, Human Capital Development,
Business Process Alignment, dan 9Discipline of Execution.

Dengan strategi tersebut, Perseroan
berkeyakinan mampu mewujudkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Prospek Perseroan Tahun 2022
Pada tahun ini, Perseroan akan melakukan proyek implementasi dari 5 proyek pengembangan Alat
Kesehatan dan Herbal dengan total investasi yang bersumberkan dari dana SHL PMN sebesar
Rp199,86M yaitu pabrik Medical Furniture dengan nilai pembiayaan investasi Rp16,53 miliar, proyek
Pabrik Elektromedis sebesar Rp74,98 miliar, proyek In Vitro Diagnostik & Instrument dengan nilai
pembiayaan investasi sebesar Rp71,86 miliar, proyek Natural Extract dengan nilai pembiayaan
investasi sebesar Rp26,49 miliar dan proyek Supporting Function sebesar Rp10 miliar. Proyek ini
sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan dan kemandirian Industri
Kesehatan Indonesia.

Target serapan dana PMN untuk pembangunan beberapa fasilitas produksi
diatas ditargetkan selesai keseluruhannya di TW2 2023, dan diharapkan pada TW3 2022 telah dapat
beroperasional dan memberikan kontribusi untuk kinerja Perseroan yang lebih baik.

Direksi
Akses Publik dan Hubungan Investor
Kepada Publik dan Investor, Perseroan memberikan keterbukaan akses untuk memperoleh informasi melalui alamat seperti yang tertera di bawah ini:

Kantor Komersial PT Indofarma Tbk
Jl. Tambak No. 2, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur 13150
Telp. 021-8590 8349/50 Fax. 021-857 4503
Email: headoffice@indofarma.id

(Ellyana Ully).

Related posts

Leave a Comment