Sholawat Bergema, Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom Tangerang Teguhkan Ukhuwah dan Akhlak
REPORTASE BHAYANGKARA
TANGERANG — Gemuruh lantunan sholawat menggetarkan Gang H. Pendek. Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Miftahul Huda Annidzom, Jalan KH Hasyim Ashari No. 21, RT 07/RW 05, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 10 Rabiul Awal 1448 Hijriah, Minggu (24/8/2026).
Acara yang berlangsung khidmat dan semarak itu dihadiri ratusan jamaah, puluhan habaib dari berbagai wilayah, para santri, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Rangkaian kegiatan diisi pembacaan Maulid Nabi, lantunan hadroh, sambutan pengasuh pesantren, hingga tausiyah agama.
Ketua penyelenggara, Nanang Kosim, menegaskan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan.
“Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan Baginda Nabi Muhammad SAW, perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam, serta akhlak mulia yang harus menjadi teladan bagi umat,” ujar Kosim.
Menurutnya, di tengah derasnya arus perubahan zaman, nilai keteguhan prinsip, kesabaran, kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah justru semakin relevan. Ia menekankan generasi muda harus dibekali pemahaman agama yang aplikatif, bukan hanya normatif.
Dalam tausiyahnya, Al-Habib Syafiq bin Ali Ridho bin Syech Abu Bakar bin Salim mengingatkan, cinta kepada Nabi tidak cukup di bibir.
“Kecintaan kepada Nabi tidak cukup diekspresikan melalui ucapan. Ia harus tercermin dalam perilaku, akhlak dan cara umat menjalani kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Pesan senada disampaikan Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Annidzom, KH. Aminuddin Qhutbi. Ia berharap peringatan ini melahirkan perubahan nyata di masyarakat.
“Kami berharap Maulid Nabi 2026 ini dapat menyatukan ukhuwah Islamiyah yang dibalut dengan keimanan dan ketakwaan serta meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata KH. Aminuddin.
“Semoga peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dapat dijadikan pegangan yang teguh, agar kehidupan kita senantiasa mendapatkan tuntunan dan terhindar dari fitnah-fitnah akhir zaman,” lanjutnya.
Kemeriahan Maulid juga menarik perhatian majelis taklim dari luar daerah. Ketua rombongan Jemaah Majelis Taklim Miftahul Ilmi Pinggir Rawa Nerogtog, Nurdin alias Midun, menyebut kehadirannya sebagai bentuk silaturahmi dan ikhtiar memperkuat iman.
“Acara ini dihadiri puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai daerah. Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti majelis memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Nurdin.
“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi dengan mengikuti akhlak, sunah dan risalahnya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Melalui peringatan ini, Ponpes Miftahul Huda Annidzom menegaskan perannya lebih dari sekadar lembaga pendidikan agama. Pesantren hadir sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, pendidikan moral, dan pembinaan sosial yang berpijak pada keteladanan Rasulullah SAW.
(Ust Nurdin)

