Kapolri Berganti, SETARA Ingatkan PR Reformasi Belum Selesai
REPORTASE BHAYANGKARA
JAKARTA – Tongkat komando Polri resmi berpindah. Jenderal Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri baru, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Momentum ini menjadi sorotan SETARA Institute. Selama era Transformasi Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, SETARA mencatat 130 masalah aktual masih melekat, mulai dari penegakan hukum hingga pelayanan publik.
Survei terhadap 167 ahli memperlihatkan rapor merah. Sebanyak 51,2 persen menilai pemolisian yang demokratis dan humanis berjalan buruk, dan hanya 19,9 persen yang menilai baik. Bahkan untuk integritas penegakan hukum, 58,7 persen memberi nilai buruk.
Menurut SETARA, masalah seperti represivitas dalam pengamanan demonstrasi, minimnya akuntabilitas senjata api, kultur kekerasan, dan arogansi aparat terus berulang di setiap era Kapolri.
“Ini menunjukkan reformasi belum terlembaga, masih bergantung pada figur,” tulis SETARA.
Ke depan, gagasan “Polri Bersama Masyarakat” yang diusung Suyudi Ario Seto saat fit and proper test harus menjadi standar terukur. Apalagi peta jalan reformasi melalui Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) hingga 2029 sudah ada.
SETARA menegaskan, keberhasilan reformasi bukan diukur dari jargon, melainkan dari pengalaman warga: pelayanan setara, laporan ditangani transparan, dan kebebasan sipil yang terlindungi.

