POLRI 

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Pengedar Narkotika Jenis Ganja Seberat 31 Kilogram

Reportasebhayangkara.com

Dalam paparannya konpers menyampaikan terkait dengan 4 kasus narkotika yang berhasil diungkap oleh Polres Metro Bekasi Kota. Keberhasilan ini tentunya kita apresiasi pada Polres Metro Bekasi Kota sebagai wujud nyata sikap Polri khususnya Polda Metro dan juga Polres Metro Bekasi Kota terkait dengan pemberantasan narkotika. Sebagaimana kita ketahui bahwa narkotika ini adalah sebagai kejahatan yang dikategorikan sebagai kejahatan yang berbahaya. Polres Metro Bekasi Kota dibawah pimpinan Kapolres berkomitmen dalam rangka pemberantasan narkotika. Karena narkotika ini kejahatan yang merusak moral generasi bangsa dan juga akan berdampak pada rusaknya generasi penerus bangsa, oleh sebab itu, ini tidak henti-hentinya kita kampanyekan kepada seluruh masyarakat bahwa penggunaan jenis narkotika apapun tidak dibenarkan.

Kombes Pol. Endra Zulpan mengatakan ‘Pengungkapan kasus ini dilakukan pada waktu dan tanggalnya, ini pada hari Kamis tanggal 27 Januari 2022 kurang lebih pukul 19.00 dicucian mobil jalan raya Parung kilometer 26 Kecamatan BojongSari Kota Depok, itu yang pertama, kemudian pengembangan yang kedua pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 pukul 17.00 wib, di jalan Raya Jati Bening PondokGede Kota Bekasi.
Dari pengungkapan kasus ini , Satnarkoba Metro Bekasi Kota berhasil mengamankan narkotika jenis ganja seberat 31 kg. Adapun dari kejahatan ini telah berhasil menangkap dan mempersangkakan pelaku sebanyak 3 orang sebagai tersangka, yang pertama inisialnya NA ini adalah laki-laki, kemudian BN ini juga laki-laki, kemudian AL laki-laki.”

“Barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini adalah narkotika jenis ganja seberat 31 kg, kemudian 1(satu) buah timbangan, diduga timbangan ini akan digunakan untuk melakukan distribusi, kemudian 1 (satu) unit mobil Suzuki silver dengan nomor BM 1402 AW, kemudian handphone pemilik dari ketiga, kemudian narkotika jenis ganja ini diamankan berasal dari Sumatera Utara atau Medan, ini dibawa oleh tersangka dengan menggunakan mobil Suzuki APV melalui jalan darat, kemudian dibawa ke TKP penangkapan yang berhasil dilakukan oleh Satnarkoba Polres Metro Bekasi Kota.
Sebagai gambaran bahwa. ada laporan informasi yang diterima oleh penyidik Satnarkoba Polres Metro Bekasi Kota , dan dilakukan pendalaman, kemudian pada tanggal 27 Januari 2022 ini dimasukan langkah daripada penyidik melalui undercover buy (pembelian terselubung) kemudian diketahui akan dilakukan pada pukul 19.00 tanggal yang sama terjadi transaksi yang saat itu berhasil dilakukan penangkapan. Barang bukti yang diamankan adalah 1 kg ganja yang termasuk narkotika golongan 1 (satu) kemudian dilakukan pengembangan, selanjutnya didaerah Parung Bogor disini ditemukan ditempat tinggal pelaku barang bukti lainnya kurang lebih 24 bungkus yang berlakban coklat yang perbungkus ini beratnya kurang lebih 1 (satu) kilogram, ada 24 kg kemudian 14 bungkus berlakban coklat perbungkus dengan berat kurang lebih setengah kilogram itu totalnya ada 7 kilogram, dimana diduga narkotika Golongan 1 bentuk tanaman jenis ganja, selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Selanjutnya pada hari Jumat 28 Januari 2022 sekitar jam 09.00 WIB dilakukan pengembangan informasi pelaku, bahwa barang bukti yang didapat dari seseorang berinisial BN diantar dengan mobil Suzuki APZ dari Medan, selanjutnya dilakukan komunikas pelaku dengan saudara BN diwillayah Jati Bening Kota Bekasi. Sekitar jam 17.00 WIB saudara BN berhasil ditangkap, kemudian Pelaku dibawa ke Mapolres Bekasi Kota untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kemudian anggota Submit 4, dan 2 juga melakukan pengembangan dan pengejaran kepada seorang lelaki yang bernama saudara AL yang berdasarkan keterangan saudara NH bahwa barang bukti jenis Ganja yang ditemukan pada dirinya dan berada dirumahnya merupakan milik saudara Asmui Lubis yang dititipkan kepada saudara NIH untuk diedarkan kembali,” ujarnya.

“Pada hari Jum’at tanggal 28 Januari 2022 sekitar pukul 23.00 WIB saudara AL berhasil diamankan di rumahnya yang beralamat di jalan Jaman Naim No. 108 RT.04/08 Sasak Panjang Kecamatan Tajuk Halang Kabupaten Bogor. Pada saat penggeledahan dirumah juga ditemukan baarang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik hitam yang didalamnya terdapat Narkotika jenis Ganja dengan berat bruto 250 gram dan 2 buah plastik bening yang didalamnya berisikan Narkotika jenis Ganja dengan berat bruto 100 gram, juga 1 (satu) unit HP merk Nokia1280 warna biru beserta nomor HPnya 085215865007,” pungkasnya.

“Para tersangka dikenakan Pasal yang disangkakan dan ancaman hukuman dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan bentuk tanaman jenis ganja Subsider, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, tindak pidana memiliki, menyimpan, memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Golongan 1 bentuk tanaman.jenis ganja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114.ayat (2) sub pada 117 ayat (2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Tersangka diancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000..000.000,00 (delapan miliar rupiah) dan tersangka diancam dipidana dengan pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 (sepuluh) tahun,” pungkasnya.

“Para tersangka dikenakan Pasal yang disangkakan dan ancaman hukuman dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan bentuk tanaman jenis ganja Subsider, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, tindak pidana memiliki, menyimpan, memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Golongan 1 bentuk tanaman.jenis ganja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114.ayat (2) sub pada 117 ayat (2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Tersangka diancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah) dan tersangka diancam dipidana dengan pidana dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 (sepuluh) tahun,” jelasnya.

(Red).

Related posts

Leave a Comment